Apa Momen Saur Terindahmu?

Ramadhan memang selalu dinantikan, salah satunya karena kami bisa bersama berada di meja makan dengan intensitas yang sering dan waktu di meja makan adalah yang terbaik. Sharing, bercanda dan saling mengejek satu sama lain. Meskipun dengan lauk yang seadanya, tapi masakan mamah adalah yang paling jagoan.  Teringat dengan momen saur di tanggal 15 Ramadhan dan sahur kami berbeda dengan sahur-sahur sebelumnya. Karena sahur hari ini Bapak bercerita tentang seorang raja dimana dia dan pasukannya inilah yang berhasil mengurung Ya’juj dan Ma’juj. Raja tersebut bernama Raja Iskandar Zulkarnain. Kami pun langsung tertarik apa yang ingin diceritakan oleh Bapak.

Bapak bercerita bahwa pada suatu masa, Raja Iskandar Zulkarnain beserta pasukannya hendak berangkat menaklukan suatu daerah. Pagi harinya sebelum berangkat, Raja berpesan kepada pasukkannya.

“Dalam perjalanan, kita akan melintasi sebuah sungai. Ambillah apapun yang bisa diambil.”

Ternyata benar, pada malam harinya pasukan Iskandar Zulkarnain melintasi sungai.

Kemudian setelah mendapat nasihat/pesan tersebut, pasukan terbagi menjadi 3 kelompok/golongan.  Kelompok yang pertama, hanya menganggap enteng dan meremehkan nasihat tersebut dan mereka tidak mengambil apapun ketika mereka melewati sungai tersebut. Kelompok yang kedua, merupakan kelompok yang mengambil dengan tidak sepenuh hati, atau hanya ingin mematuhi nasihat tersebut. Jadi mereka hanya mengambil seadanya saja. Kemudian, kelompok yang terakhir adalah kelompok yang sangat meyakini dan mengikuti nasihat yang disampaikan. Mereka kemudian mengambil sebanyak mungkin yang mereka bisa.

Setelah melanjutkan perjalanan,  pada pagi harinya Raja Iskandar kemudian bertanya kepada pasukannya tentang apa yang mereka dapatkan semalam. Dan ketika para pasukan membuka apa yang dibawa semalam, semua terkejut karena isinya berubah menjadi emas dan intan berlian.  

Bagi pasukan yang tidak mengambil apa-apa kemudian sangat menyesalinya. Sedangkan pasukan yang mengambil ala kadarnya (dengan tidak sepenuh hati) mempunyai perasaan senang bercampur penyesalan. Dan yang terakhir, pasukan yang mengambil dengan sungguh-sungguh sangat bahagia dengan apa yang dia dapatkan.

Cerita di atas merupakan pengandaian datangnya bulan Suci Ramadhan. Bulan yang sangat berharga dan mempunyai banyak keunggulan dan keberkahan dibandingkan bulan yang lain. Bulan yang apabila kita melakukan 1 kebaikan akan seperti melakukan kebaikan yang lebih dari itu, 10, 100 bahkan lebih.

Di Bulan Ramadhan ini, kita memiliki 3 pilihan, yaitu

  1. Melewati Bulan Ramadhan tanpa mengambil keberkahan sedikitpun.
  2. Melewati Bulan Ramadhan dengan mengambil keberkahan ala kadarnya.
  3. Melewati Bulan Ramadhan dengan bersungguh-sungguh mengambil keberkahannya, yaitu dengan memperbanyak ibadah dan amal kebaikan.        

Sahur kala itu membuat saya teringat pada Bapak yang sangat suka cerita kepada saya dari saya kecil hingga sebesar ini. Menceritakan tentang kisah Nabi-Nabi, Kancil, cerita tentang kehidupan dan banyak lagi.
Terima Kasih Bapak,  telah memberikan warna dihidup saya dengan cerita-cerita penuh hikmah.

Sahurpun kami lanjutkan, dengan meledek Dek Tya yang akan mengisi ceramah kuliah Subuh di masjid. Dia deg-degan karena kali pertama. tapi aku yakin, kamu pasti bisa. Semangat dek!

source: sketsaunmul.co

Salam.

Total Views: 1028 ,

1 komentar untuk “Apa Momen Saur Terindahmu?”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *