Katanya Saya Duta Maerakaca, Kok Bisa?

Rasanya seperti ada part atau bagian yang hilang jika di akhir tahun 2020 ini saya tidak melangkah keluar menikmati indahnya bumi Semarang. Jadi, sebelum bulan Desember berakhir saya memutuskan untuk kembali mengunjungi salah satu tempat wisata yang ada di Semarang,

Saya adalah tipe orang yang tidak mudah bosan, contohnya adalah ketika saya mengunjungi tempat wisata. Meskipun tempat tersebut sudah pernah saya kunjungi, tidak jadi masalah jika saya mengunjungi tempat wisata tersebut. Salah satu tempat wisata tersebut adalah Grand Maerakaca. Entah sudah berapa kali saya ketempat ini, tapi memang tak pernah bosan, sampai saya mendapat julukan “duta maerakaca”. Mungkin karena saking seringnya saya ngajak kesini kali ya… Baiqlaaa

Sore itu saya berangkat menuju lokasi, dan jalanan tak begitu ramai waktu itu. Untuk pintu masuknya sekarang ternyata berada di pintu masuk yang biasanya menjadi pintu masuk untuk Jateng Fair (festival yang dulu sering diadakan di PRPP).

Untuk tiket parkir dan masuk berbeda. Untuk tiket parkir karena saya memakai motor sebesar 2.000,- dan tiket masuk sekarang adalah sebesar 15.000,- . Eitss ternyata, untuk pintu masuk sudah berubah. Biasanya kita hanya perlu berjalan sekitar 30 meter dari parkiran, tetapi sekarang sekitar 50 meter.  

Nah, jangan khawatir karena protokol kesehatan sudah di terapkan disini, kita menggunakan handsanitizer dan dicek suhu tubuh serta di beri cap tanda masuk. Setelah memasuki area Grand Maerakaca saya langsung menuju ke jembatan putih atau dikenal dengan Jembatan Harapan.

Sebenarnya apa si yang menarik dari GrandMaerakaca?

  • Pemandangan Rawa dan hijaunya tanaman bakau yang memanjakan mata. Ini bagi saya sangat memanjakan mata, otak dan juga hati si…
How beautiful it is!
  • Melihat banyaknya keluarga atau pasangan yang sedang berbahagia, membuat sayapun ikut merasakan. Kadang senyum sendiri, melihat orang tua yang selalu saja mengingatkan anaknya untuk hati hati ketika berjalan menyusuri rawa. Atau ketika ada pasangan muda mudi yang sedang berfoto. Tak jarang juga, ada rombongan wisata dari luar (ini si sebelum pandemi ya,).
  • Bisa melihat dan berkeliling Jawa Tengah dengan waktu yang tidak lama. Grand Maerakaca sendiri sebenarnya merupakan tempat wisata edukasi. Karena, disana ditampilkan miniatur seluruh kabupaten yang ada di Jawa Tengah. Sayangnya untuk Kabupaten Purbalingga ada di bagian Belakang (jadi agak jauh gitu, hehe). Kabupaten Kudus sering menjadi spot foto para pengunjung, yap betul karena terdapat miniatur Menara Kudus disana.
  • Menikmati Langit dan Angin Sore yang sangat nyaman. Saya pernah melewati sore dengan duduk, berdiam dan merasakan terpaan angin sore diiringin dengan alunan musik yang dimainkan oleh pihak pengelola. Semua beban dan pikiran yang ada pada otak saya, seketika hilang seperti terbang dibawa angin.
seindah ini langitnya loh.. angin mah ngga kelihatan

5. Bermain kano dan menyempatkan waktu untuk quality time bersama kesayangan. Ini sangat memberi kesan si. Karena dulu saya pernah bermain kano dengan salah satu teman yang kemudian kita bingung bagaimana mengendalikan kano tersebut. Malah kita pernah menabrak kano pengunjung lain. Sempet terombang ambing sih, tapi setelah itu kami mahir mengemudikan kano. (fotonya lupa kusimpen dimanaaa)

Ternyata malam ini adalah malam terakhir di tahun 2020. Banyak sekali hal yang terjadi di tahun 2020 ini. Banyak belajar, banyak menghargai, banyak mengerti, daaaaan lainnya. Semoga kita bisa bertemu di tahun 2021 ya, dan selalu untuk berusaha bermanfaat dimanapun kita berada. Terima kasih 2020, Selamat datang 2021.

Salam

Total Views: 2245 ,

1 komentar untuk “Katanya Saya Duta Maerakaca, Kok Bisa?”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *